HARIMONTING

Rhodomyrtus tomentosa merupakan tumbuhan yang termasuk kedalam sukuMyrtaceae ( jambu-jambuan ), biasanya hidup di dataran tinggi. Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri, antara lain :
  • kulit batang mengelupas
  • serbuk sari tak berhingga
  • kelopak dan putik persisten (tidak gugur)
  • tumbuhan perdu
  • letak daun berhadapan dan bersilang
  • rumus daun = 1/2










Secara etnobotani, manfaat dari
Rhodomyrtus tomentosa adalah sebagai makanan, pencahar dan dijadikan sebagai obat peluruh haid. Di daerah simalungun khususnya, Rhodomyrtus tomentosa ini, digunakan sebagai bahan pewarna ulos (kain khas batak).

PANDAN

Pandan (Pandanus tectorius) termasuk ke dalam suku Pandanaceae. Pandan ini biasa tumbuh di berbagai tempat, misalnya pegunungan maupun daerah pantai.











Pandan memiliki ciri-ciri antara lain:

  • roset batang
  • memiliki akar lutut
  • perdaunan berbentuk spiral (spirotric)
  • daun berduri
Secara etnobotani manfaat pandan adalah:
  • daun : bahan dasar membuat tikar dan topi
  • akar : obat mata dan tampi
Selain itu, pelepah tumbuhan ini yang masih lengket pada batang akan menampung air hujan dan sangat cocok sebagai tempat pelepasan telur katak pohon, sehingga keturunannya aman dari pemangsa.

JAMBU MONYET

Jambu monyet (Anacardium occidentale) termasuk ke dalam suku Anacardiaceae(mangga-manggaan). Tumbuhan ini sering dikatakan orang sebagai jambu, namun sebenarnya itu salah. Alasannya, tumbuhan ini termasuk dalam suku mangga-manggaan, aroma daun dan buahnya itu persis seperti bau mangga, hanya saja bentuk buahnya mirip seperti jambu air. Adapun ciri-cirinya adalah :
  • biji berbentuk seperti gigi, dan terdedah keluar dari buah
  • buah berwarna kuning atau merah
  • aroma khas yang dimiliki oleh mangga
  • batang berkayu, merupakan pohon
  • daun memanjang dan membulat di bagian ujungnya












Buah jambu monyet ini sebenarnya adalah bagian dasar bunga yang membesar dan termodifikasi menjadi daging buah.
Secara umum tumbuhan ini dibudidayakan orang, karena selain buahnya dapat dikonsumsi bijinya juga bisa di jadikan makan ringan (kacang mete).

SIDAGURI

Sidaguri (Sida rhombifolia)merupakan salah satu anggota famili Malvaceae. Tumbuhan ini sangat mudah kita jumpai, dipinggir jalan, halaman rumah dan di ladang yang terkena sinar matahari. Tersebar di daerah tropis, cirinya sebaigai berikut :
  • daun berbentuk jajar genjang dan bergerigi
  • perdu, bisa mencapai 1 m
  • letak daun bersilang, dan batang berwarna kelabu
  • semua organ tumbuhan ini berlendir
  • bunga berwarna kuning, dan monoadelphus




Secara etnobotani tumbuhan ini bermanfaat sebagai, obat mulas, rematik, asma, cacingan, asam urat dan masih banyak penyakit lain. Selain itu, sidaguri juga digunakan sebagai bahan dasar pembuat tali. Zat kimia yang terkandung dalam tumbuhan ini adalah alkoloid, calsium oksalat, tanin, saponin, phenol, asam amino, minyak terbang. Zat phlegmatic untuk expectorant dan lubricant.

Biologi

Biologi (ilmu hayat) adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie", yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios ("hidup") dan λόγος,logos ("lambang", "ilmu"). Dahulu—sampai tahun 1970-an—digunakan istilah ilmu hayat (diambil dari bahasa Arab, artinya "ilmu kehidupan").
Obyek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Karenanya, dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani, zoologi, dan mikrobiologi. Berbagai aspek kehidupan dikaji. Ciri-ciri fisik dipelajari dalam anatomi, sedang fungsinya dalam fisiologi; Perilaku dipelajari dalam etologi, baik pada masa sekarang dan masa lalu (dipelajari dalam biologi evolusioner dan paleobiologi); Bagaimana makhluk hidup tercipta dipelajari dalam evolusi; Interaksi antarsesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat—yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup—dipelajari dalam genetika.
Saat ini bahkan berkembang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan datang, juga kemungkinan adanya makhluk hidup di planet-planet selain bumi, yaitu astrobiologi. Sementara itu, perkembangan teknologi memungkinkan pengkajian pada tingkat molekul penyusun organisme melalui biologi molekular serta biokimia, yang banyak didukung oleh perkembangan teknik komputasi melalui bidang bioinformatika.
Ilmu biologi banyak berkembang pada abad ke-19, dengan ilmuwan menemukan bahwa organisme memiliki karakteristik pokok. Biologi kini merupakan subyek pelajaran sekolah dan universitas di seluruh dunia, dengan lebih dari jutaan makalah dibuat setiap tahun dalam susunan luas jurnal biologi dan kedokteran.


Asal mula biologi

Aristoteles dan biologi

Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Dalam terminologi Aristoteles, "filosofi alam" adalah cabang filosofi yang meneliti fenomena alam, dan mencakupi bidang yang kini disebut sebagai fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya.
Aristoteles melakukan penelitian sejarah alam di pulau Lesbos. Hasil penelitiannya, termasuk Sejarah Hewan, Generasi Hewan, dan Bagian Hewan, berisi beberapa observasi dan interpretasi, dan juga terdapat mitos dan kesalahan. Bagian yang penting adalah mengenai kehidupan laut. Ia memisahkan mamalia laut dari ikan, dan mengetahui bahwa hiu dan pari adalah bagian dari grup yang ia sebut Selachē (selachians).[2]

Didirikannya biologi modern

Istilah biologi dalam pengertian modern kelihatannya diperkenalkan secara terpisah oleh Gottfried Reinhold Treviranus (Biologie oder Philosophie der lebenden Natur, 1802) dan Jean-Baptiste Lamarck (Hydrogéologie, 1802). Namun, istilah biologi sebenarnya telah dipakai pada 1800 oleh Karl Friedrich Burdach. Bahkan, sebelumnya, istilah itu juga telah muncul dalam judul buku Michael Christoph Hanov jilid ke-3 yang terbit pada 1766, yaitu Philosophiae Naturalis Sive Physicae Dogmaticae: Geologia, Biologia, Phytologia Generais et Dendrologia.

 

Cakupan biologi

Lihat artikel utama Daftar Cabang-cabang biologi
Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Namun, pencabangan biologi selalu mengikuti tiga dimensi yang saling tegak lurus: keanekaragaman (berdasarkan kelompok organisme), organisasi kehidupan (taraf kajian dari sistem kehidupan), dan interaksi (hubungan antarunit kehidupan serta antara unit kehidupan dengan lingkungannya).

Pembagian Berdasarkan Kelompok Organisme

Makhluk hidup atau organisme sangat beraneka ragam. Taksonomi mempelajari bagaimana organisme dapat dikelompokkan berdasarkan kemiripan dan perbedaan yang dimiliki. Selanjutnya, berbagai kelompok itu dipelajari semua gatra kehidupannya, sehingga dikenallah ilmu biologi tumbuhan (botani), biologi hewan (zoologi), biologi serangga (entomologi), dan seterusnya.

Pembagian berdasarkan organisasi kehidupan

Kehidupan berlangsung dalam hirarki yang terorganisasi. Hirarki organisme, dari yang terkecil hingga yang terbesar yang dipelajari dalam biologi, adalah sebagai berikut:[3]
Kajian-kajian subindividu mencakup biologi sel, anatomi dan cabang-cabangnya (sitologi, histologi dan organologi), dan fisiologi. Pembagian lebih rinci juga mungkin terjadi. Misalnya, anatomi dapat dikhususkan pada setiap organ atau sistem (biasa terjadi dalam ilmu kedokteran): pulmonologi, kardiologi, neurologi, dan sebagainya).
Tingkat supraindividu dipelajari dalam ekologi, yang juga memiliki pengkhususan tersendiri, seperti ekofisiologi atau "fisiologi lingkungan", fenologi, serta ilmu perilaku.

Pembagian berdasarkan interaksi

Hubungan antarunit kehidupan maupun antara unit kehidupan dan lingkungannya terjadi pada semua tingkat organisasi.
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme