Tampilkan postingan dengan label Tuhan yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan yesus. Tampilkan semua postingan

:: aku percaya pada TUHAN ::

:: kupercayakan hidupku ::

:: KAU yg penuhi seluruh hidupku ::

:: walau lewati lembah ::

:: aku tak ditinggalkan ::

:: YESUS, kekuatan di hidupku ::

:: BAPA dan SAHABATku ::

:: KAU yang perdulikan seluruh hidupku ::
:: karna semua yg baik dlm hidupku ::

:: itulah karyaMU ::

:: KAU beri kesempatan yg baru ::
...
:: dan ku ingin mengenalMU TUHAN melebihi semua yg kukenal ::

:: ku ada untuk menjadi penyembahMU ::
:: ku tak kan pernah goyah ::
:: karna ku lebih dari pemenang ::
:: TUHAN selalu mendengar DOAKU ::
 

Kebenaran Dibukakan

Saya seorang pria berusia 27 tahun dari keluarga bukan Kristen. Sejak di bangku SMP, saya mulai tertarik dengan pelajaran agama, khususnya mengenai perbandingan agama. Saya juga aktif dalam kegiatan keagamaan di SMP. Saya menjadi lebih tertarik dengan ilmu perbandingan agama setelah saya nonton film tentang Yesus di TVRI bulan Desember 1988, menjelang Natal.

Saya dahulu tidak percaya dengan semua ajaran Kristen, baik itu Allah Tritunggal, dosa warisan, dan ajaran-ajaran Kristen yang lain, khususnya tentang penyaliban Yesus, yang katanya disalib untuk menebus dosa manusia. Ada beberapa pertanyaan yang janggal mengenai penyaliban Yesus, yaitu:
  1. Benarkah Yesus disalib, sedangkan Ia sendiri adalah Tuhan? Bukanlah Tuhan itu maha perkasa? Mungkinkah Tuhan bisa mati di atas kayu salib?
  2. Menurut ajaran agama saya, yang disalibkan adalah Yudas, karena ia telah mengkhianati Yesus dan Allah telah menolong Yesus naik ke langit. Benarkah Yesus disalib?
Saya mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Suatu kali, saya kembali menonton film Yesus yang disiarkan oleh RCTI pada perayaan Paskah. Setelah menonton film tersebut, saya mengirim surat ke sebuah yayasan penginjilan yang tertera di film tersebut dan mereka mengajak saya berdialog tentang ajaran-ajaran Kristen, baik itu tentang Allah Tritunggal, dosa warisan, dan penyaliban Yesus, kematian-Nya untuk menebus dosa kita. Roh Kudus bekerja dan memberikan saya pengertian tentang pertanyaan-pertanyaan saya.

Yesus bersabda, yang tercantum dalam injil Matius 20:17-19, yang berbunyi:
Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." 

(Baca pula Markus 8:31, Lukas 18:31-34, Yohanes 12:20-36)

Dari keempat Injil tersebut telah menjawab pertanyaan-pertanyaan saya: Mengapa Yesus tidak berdaya waktu disalib? Mengapa Yesus tidak melawan dan diam saja padahal Ia adalah Tuhan? Ini jawabnya: karena Tuhan Yesus, di empat Injil sudah memberitahukan bahwa diri-Nya akan menderita, dan penderitaan Yesus itu untuk menggenapi segala yang telah dinubuatkan Allah melalui para nabi sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.

Jika Tuhan melarikan diri, atau dengan kata lain ditolong oleh Allah naik ke langit dan Allah mengubah wajah Yudas menjadi Yesus, sehingga yang ditangkap dan disalib adalah Yudas, itu sama saja dengan Tuhan yang merusak rencana-Nya sendiri, karena Allah telah menubuatkan melalui para nabi, bahwa Anak Manusia akan menderita dan serahkan kepada orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Ini sama dengan orang yang telah membuat sebuah rencana matang, lalu di kemudian hari ia merusaknya sendiri. Allah adalah Allah yang membuat rencana dan rencana-Nya tidak akan dapat digagalkan oleh siapapun dan tidak mungkin diubah oleh-Nya, karena Ia maha yahu. Jika Allah yang telah membuat rencana, dan rencana-Nya kemudian diubah oleh-Nya oleh karena mungkin ada yang kurang baik dari rencana yang telah Ia buat, maka itu menunjukkan bahwa Allah yang demikian adalah Allah yang kurang maha tahu.

Lalu rencana matang apakah dengan kematian Yesus di atas kayu salib? Rencana matang itu adalah:
Kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib untuk menebus dosa kita, sebagaimana diterangkan dalam surat Roma 5:
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Juga tertera dalam 1 Korintus 15:3-6. Ini artinya, kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah untuk menghapus dan menebus dosa-dosa kita. Ia adalah Tuhan, Juruselamat kita yang perkasa.

Dalam Lukas 18:31-34:
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.
Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, diolok-olokkan, dihina dan diludahi,
dan mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit."
Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan. 


Oleh karena pekerjaan Roh Kudus, maka saya boleh mengerti mengapa Tuhan Yesus harus mati di kayu salib. Itu bukan berarti bahwa Ia tidak mampu menolong diri-Nya sendiri, tetapi setiap dosa harus ada penebusan. Karena Allah adalah Allah Yang Maha Suci, sehingga tidak ada kemungkinan manusia yang sudah jatuh dalam dosa dapat menghampiri Allah. Kita dapat datang menghampiri Allah yang Maha Suci, apabila diri kita juga suci. Dan yang menyucikan kita adalah darah Yesus. Darah melambangkan hidup, oleh karena itu dalam Perjanjian Lama ada darah binatang yang dialirkan untuk berdamai dengan Allah dan penggenapannya adalah Darah Anak Allah sendiri, yaitu Yesus yang dialirkan untuk menebus dosa kita.

Dalam Matius 27:1-5, dijelaskan mengenai penyesalan Yudas yang telah menjual Yesus, bahwa ia mati bunuh diri. Ia menyesal, tetapi tidak bertobat. Sedangkan Petrus, yang telah menyangkal Yesus, menyesal dan bertobat. Kematian Yudas pun tertera dalam surat Kisah Para Rasul 1:18.

Oleh karena pengertian yang telah diberikan, maka saya bertobat dan menerima Yesus yang adalah Tuhan, Juruselamat, dan Raja.

Ada satu keinginan saya setelah bertobat, bahwa saya ingin memberitakan kabar baik tentang Tuhan Yesus yang telah mati untuk menebus dosa dan telah bangkit dari kematian dan menang atas dosa. Saya terus mendalami akan iman Kristen dengan pemahaman teologia yang benar.

Mengenai kesaksian ini yang dititikberatkan pada kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah semata-mata untuk membuat kita paham mengenai rahasia yang telah Allah berikan kepada kita. Sebenarnya saya juga ingin mengulas tentang Allah Tritunggal, dosa warisan, namun biarlah tentang keduanya itu akan saya buat dalam bentuk buku.

Semua kesaksian mengenai iman saya kepada Kristus  ini saya tulis  bukan karena paksaan, tekanan, ataupun iming-iming, tetapi oleh karena kemurahan Tuhan yang rela memberikannya kepada saya ketika pencarian kebenaran selama 12 tahun.

Semoga kesaksian ini boleh menjadi berkat dan sebelum mengakhirinya saya ingin mengutip surat Roma 10:9:
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan

SUMBER: http://www.pemudakristen.com/artikel/kesaksian.php

SIAPAKAH YESUS ITU??


Yesus and burung merpatiPada pendapat anda, siapakah ...
bulletTokoh yang ulung sekali sepanjang zaman?
bulletPemimpin yang agung?
bulletGuru yang agung?
bulletOrang yang banyak sekali membuat kebajikan untuk manusia?
bulletOrang yang telah menjalani hidup yang paling suci?
Lawatlah ke mana-mana pun dan berbicaralah dengan penganut agama apa pun. Jika mereka mengetahui sejarah, mereka akan mengaku bahawa tidak pernah ada peribadi seperti Yesus dari Nazaret, tidak kira betapa komited mereka terhadap agama itu. Dia adalah tokoh yang unik sepanjang zaman.
Yesus telah mengubah haluan sejarah. Malah tarikh pada suratkhabar harian pun membuktikan bahawa Yesus telah hidup kira-kira 2,000 tahun dahulu. B.C. bererti "Sebelum Masihi" dan A.D. Anno Domino, "Setelah Masihi".
Kedatangan-Nya telah dinubuatkan
Beratus tahun sebelum kelahiran Yesus, Alkitab mencatatkan nubuat para nabi Israel tentang kedatangan-Nya. Perjanjian Lama yang ditulis oleh ramai orang dalam jangka masa lebih kurang 1,500 tahun, mengandungi lebih daripada 300 nubuat tentang kedatangan-Nya. Semua butir nubuat terjadi dengan tepat. Kehidupan Yesus, mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya, kata-kata-Nya, kematian-Nya di atas salib, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya ke Syurga -- semua ini menunjukkan bahawa Dia lebih daripada manusia. Yesus sendiri mendakwa, " Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10:30), "Orang yang sudah melihat Aku, sudah melihat Bapa" (Yohanes 14:9), dan "Akulah jalan untuk mengenal Tuhan dan untuk mendapat hidup. Tidak seorangpun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku." (Yohanes 14:6)
Hidup dan kata-kata-Nya menyebabkan perubahan
Perhatikan hidup dan pengaruh Yesus Kristus sepanjang sejarah, dan anda akan melihat bahawa Dia dan kata-kata-Nya sentiasa membawa perubahan yang besar dalam hidup manusia dan bangsa. Ke mana saja ajaran dan pengaruh-Nya disebarkan, kesucian dalam perkawinan, hak asasi wanita dan suara rakyat diterima. Sekolah-sekolah dan universiti-universiti didirikan; undang-undang untuk melindungi kanak-kanak diluluskan; perhambaan dihapuskan, dan banyak lagi perubahan telah dilakukan untuk kebaikan manusia.

Individu-individu juga mengalami perubahan yang dramatik. Contohnya, Lew Wallace. Dia adalah seorang jeneral yang terkenal dan seorang sasterawan genius yang pernah tidak percaya pada Tuhan. Wallace meluangkan masa selama dua tahun di perpustakaan terkenal di Eropah dan Amerika untuk mencari maklumat yang dapat menghancurkan agama Kristian selama-lamanya. Ketika dia menulis bab kedua, tiba-tiba dia mendapati dirinya berlutut dan berteriak mengakui Yesus sebagai Tuhannya.

Kerana bukti yang tidak dapat dipertikaikan, dia tidak dapat lagi menyangkal bahawa Yesus Kristuslah Anak Tuhan. Kemudian, Wallace telah menulis "Ben Hur", salah sebuah novel Inggeris termasyur yang pernah ditulis mengenai zaman Kristus.

Begitu juga dengan mendiang C.S. Lewis. Bertahun-tahun lamanya, profesor di Universiti Oxford ini menyangkal keilahian Yesus. Tetapi dia juga secara jujur menyerahkan hidupnya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya, setelah mempelajari bukti yang kukuh tentang keilahian Yesus.
Pembohong atau orang gila?
Di dalam bukunya yang terkenal, "Mere Christianity", Lewis menyatakan, "Seorang manusia biasa yang mengatakan hal-hal seperti yang Yesus ucapkan, tidak mungkin adalah seorang guru moral yang agung. Dia mungkin seorang gila atau syaitan dari neraka. Anda harus memilih -- apakah Yesus adalah Anak Allah, seorang gila, atau lebih teruk daripada itu. Anda boleh menganggap Yesus sebagai seorang gila, atau berlutut di kaki-Nya dan mengakui Dia sebagai Allah. Tetapi janganlah kita menghina Yesus dengan mengatakan bahawa Dia seorang guru yang agung. Pilihan itu langsung tidak wujud."

Siapakah Yesus bagi anda? Jawapan anda akan menentukan hidup anda di dunia ini dan hidup selama-lamanya.

Kebanyakan agama adalah diasaskan oleh manusia dan berdasarkan falsafah buatan manusia, dan kebiasaan tingkah laku. Singkirkan pengasas-pengasas agama dari amalan praktik agama masing-masing, sedikit sahaja akan berubah. Tetapi singkirkan Yesus dari agama Kristian, tidak ada apapun akan tertinggal. Agama Kristian bukan sekadar falsafah hidup, etika piawai atau ketaatan mengerjakan suruhan agama. Agama Kristian yang benar adalah berasaskan kepentingan hubungan peribadi dengan Penyelamat yang hidup, Yesus Kristus.
Pengasas yang telah bangkit
Agama Kristian adalah unik -- Yesus disalibkan, dikuburkan, dan tiga hari selepas itu bangkit dari kematian. Sebarang perdebatan tentang kesahan agama Kristian adalah bergantung kepada bukti kebangkitan Yesus dari kematian.

Sepanjang zaman, kebanyakan cendekiawan hebat yang pernah mempertimbangkan bukti-bukti kebangkitan Yesus, percaya bahawa Yesus hidup. Setelah memeriksa bukti kebangkitan seperti yang dinyatakan oleh penulis-penulis Kitab Injil, mendiang Simon Greenleaf, seorang yang berwibawa tentang isu-isu perundangan di Harvard Law School membuat kesimpulan: "Adalah mustahil mereka dapat terus menegaskan bahawa apa yang mereka katakan itu benar jika Yesus tidak betul-betul bangkit dari kematian, dan mereka tidak pasti tentang fakta ini." John Singleton Copley yang diiktirafkan sebagai salah seorang intelek guaman terkemuka dalam sejarah British, memberi komen begini, "Saya pasti apa yang dimaksudkan bukti. Saya beritahu anda, bukti sebegini belum pernah tumpas."
Mengapa anda percaya
Kebangkitan Kristus adalah pokok iman seorang Kristian. Ada beberapa sebab mengapa mereka yang mempelajari kebangkitan, percaya bahawa itu benar :
Nubuat: Pertama, Yesus sendiri yang menubuatkan tentang kematian dan kebangkitan-Nya, dan hal-hal itu terjadi dengan tepat seperti apa yang telah Dia nubuatkan (Lukas 18:31-33).
Kubur yang kosong: Kedua, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah kubur-Nya yang kosong. Membaca kisah Alkitab itu dengan teliti akan menunjukkan bahawa kubur di mana mereka meletakkan tubuh Yesus dijaga dengan ketat oleh askar-askar Roma dan ditutup dengan batu yang sangat besar. Jika Yesus tidak mati tetapi hanya menjadi lemah, seperti yang dikatakan oleh sesetengah orang, maka para pengawal dan batu tersebut akan menghalang Dia daripada melarikan diri -- begitu juga dengan sebarang  usaha pengikut-pengikut untuk menyelamatkan-Nya. Musuh-musuh Yesus tidak akan menyembunyikan tubuh Yesus sebab kehilangan tubuh-Nya hanya akan menguatkan lagi kepercayaan tentang kebangkitan-Nya.
Pertemuan-pertemuan peribadi: Ketiga, hanya kebangkitan dapat menjelaskan mengapa Yesus dapat menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri sekurang-kurangnya 10 kali kepada mereka yang mengenali Dia, dan pada suatu ketika kepada lebih daripada 500 orang. Tuhan membuktikan bahawa semua penampakan ini bukanlah halusinasi: Dia makan dan berbual-bual dengan mereka dan mereka menjamah tubuh-Nya. ( I Yohanes 1:1)
Kelahiran gereja: Keempat, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah permulaan gereja Kristian. Gereja Kristian merupakan institusi terbesar yang wujud atau pernah wujud di sepanjang sejarah dunia. Lebih daripada setengah khutbah-khutbah awal yang pernah disampaikan adalah berkaitan dengan kebangkitan (Kisah Para Rasul 2:14-36). Ketara sekali gereja awal mengetahui bahawa kebangkitanlah dasar khutbah. Musuh-musuh Yesus dan para pengikut-Nya boleh menghentikan mereka daripada berkhutbah demikian sekira mereka dapat mengeluarkan tubuh Yesus.
Hidup yang berubah: Kelima, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah hidup murid-murid yang berubah. Mereka meninggalkan Dia sebelum kebangkitan-Nya. Setelah kematian-Nya mereka menjadi kecewa dan takut. Mereka tidak sangka bahawa Yesus akan bangkit dari kematian (Lukas 24:1-11).

Walaupun demikian, setelah kebangkitan Yesus dan pengalaman mereka pada hari Pentakosta, murid-murid yang kecewa dan takut ini berubah kerana kuasa kebangkitan Kristus. Dalam nama Yesus, mereka menyebabkan dunia tunggang-terbalik. Ramai mati kerana iman mereka; yang lainnya dianiaya dengan kejam. Mereka pasti tidak akan berani macam ini jika mereka tidak yakin bahawa Yesus benar-benar telah dibangkitkan dari kematian - suatu kebenaran yang berbaloi untuk mati.
Saya pernah bekerja dengan para cendekiawan dari universiti seluruh dunia selama 40 tahun. Tetapi, saya belum pernah bertemu dengan satu orangpun yang tidak percaya bahawa Yesus memanglah Anak Allah, Mesias yang telah dijanjikan, setelah mereka mempertimbangkan bukti-bukti secara jujur. Walaupun sesetengah orang tidak percaya, mereka dengan jujur mengakui bahawa mereka tidak meluangkan masa untuk membaca Alkitab atau mempertimbangkan fakta-fakta sejarah tentang Yesus.
Tuhan yang hidup: Kerana kebangkitan Yesus, para pengikut-Nya yang sebenar tidak lagi sekadar mematuhi etika seorang pengasas yang telah mati, tetapi memiliki suatu hubungan peribadi dengan Tuhan yang hidup. Yesus Kristus hidup hari ini dan Dia setia memberkati mereka yang mempercayai dan mentaati Dia. Berabad-abad lamanya, ramai orang telah mengakui kebenaran tentang Yesus, termasuk mereka yang telah banyak mempengaruhi dunia.

Ahli falsafah Perancis, Blaise Pascal, mengatakan tentang keperluan manusia terhadap Yesus: "Terdapat suatu kekosongan yang diciptakan oleh Allah di dalam hati setiap orang. Kekosongan ini hanya boleh diisi oleh Allah sendiri melalui anak-Nya, Yesus Kristus."

Mahukah anda mengenali Yesus Kristus secara peribadi sebagai Penyelamat yang hidup? Sesungguhnya anda dapat! Yesus begitu ingin menjalin hubungan peribadi yang penuh kasih dengan anda, sehingga Dia sudah menguruskan segala yang perlu.
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme