Tampilkan postingan dengan label bunglon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunglon. Tampilkan semua postingan

Natal itu SEGALANYA bagiKU


Sejarah


Perayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Para teolog Mesir menunjuk tanggal 20 Mei tetapi ada pula pada 19 atau 20 April. Di tempat-tempat lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6 Januari; ada pula pada bulan Desember. Perayaan pada tanggal 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5. Ada berbagai perayaan keagamaan dalam masyarakat non-Kristen pada bulan Desember. Dewasa ini umum diterima bahwa perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah penerimaan ke dalam gereja tradisi perayaan non-Kristen terhadap (dewa) matahari: Solar Invicti (Surya tak Terkalahkan), dengan menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Surya Agung itu sesuai berita Alkitab (lihat Maleakhi 4:2; Lukas 1:78; Kidung Agung 6:10).


Tanggal

Yusuf, Maria, dan bayi Yesus
Ada pendapat yang berkata bahwa tanggal 25 Desember bukanlah tanggal hari kelahiran Yesus.[rujukan?] Pendapat ini diperkuat berdasarkan kenyataan bahwa pada malam tersebut para gembala masih menjaga dombanya di padang rumput. (Lukas 2:8). Pada bulan Desember tidak mungkin para gembala masih bisa menjaga domba-dombanya di padang rumput sebab musim dingin pada saat tersebut telah tiba jadi sudah tidak ada rumput yang tumbuh lagi. Para pendukung tanggal kelahiran bulan Desember berpendapat meski musim dingin, domba-domba tetap tinggal di kandangnya di padang rumput dan tetap dijaga oleh gembala, dan meski tidak ada rumput, padang rumput tetaplah disebut padang rumput.
Ada juga pendapat yang berkata bahwa perayaan Natal bersumber dari tradisi Romawi pra-Kristen, peringatan bagi dewa pertanian Saturnusjatuh pada suatu pekan di bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari titik balik musim dingin (winter solstice) yang jatuh pada tanggal 25 Desember dalam kalender Julian. Peringatan yang disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, atas dorongan dari kaisar Kristen pertamaRomawiKonstantin IPaus Julius I memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yang sama. Namun pandangan ini disanggah oleh Gereja Ritus Timur, karena Gereja Ritus Timur sudah merayakan kelahiran Yesus sejak abad ke-2, sebelum Gereja di Roma menyatakan perayaan Natal pada tanggal 25 Desember.
Oleh karena itu, ada beberapa aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal karena dianggap berasal dari tradisi kafir Romawi, yaitu aliranGereja Yesus SejatiGereja Masehi Advent Hari KetujuhGereja Baptis Hari KetujuhPerserikatan Gereja Tuhan, kaum Yahudi Mesianik, danGereja Jemaat Allah Global IndonesiaSaksi-Saksi Yehuwa juga tidak merayakan Natal.
Ada sejumlah naskah kuno yang mencatat bahwa Yesus ditempatkan di rahim Maria tanggal 25 Desember. Penafsiran Kitab Hagaimengindikasikan tanggal itu merupakan tanggal datangnya Yesus ke dalam rahim Maria, yaitu Hagai 2:18-20:
Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya--mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!
Tanggal 24 bulan ke-9 (Kislev) dalam kalender Yahudi jatuh sekitar tanggal 25 Desember dalam kalender Gregorian.

Meskipun kapan Hari Natal jatuh masih menjadi perdebatan, agama Kristen pada umumnya sepakat untuk menetapkan Hari Natal jatuh setiap tanggal 25 Desember dalam Kalender Gregorian ini didasari atas kesadaran bahwa penetapan hari raya liturgis lain seperti Paskah dan Jumat Agung tidak didapat dengan pendekatan tanggal pasti namun hanya berupa penyelenggaraan kembali acara-acara tersebut dalam satu tahun liturgi, yang bukan mementingkan ketepatan tanggalnya namun esensi atau inti dari setiap peringatan tersebut untuk dapat diwujudkan dari hari ke hari.


Tahun

Tahun kalender Masehi diciptakan pada abad ke-6 oleh seorang biarawan yang bernama Dionysius Exignus. Tahun Masehi yang kita gunakan sekarang ini disebut juga anno Domini(Tahun Tuhan).
Bagaimana ia bisa mengetahui bahwa Tuhan Yesus dilahirkan pada tahun 1 SM? Ia mengambil data dari catatan sejarah yang menyatakan bahwa pada tahun 754 kalender Romawi itu adalah tahun ke 15 dari pemerintahan Kaisar Tiberius seperti yang tercantum di Lukas 3:1-2. Data inilah yang dijadikan patokan olehnya untuk mengawali tahun 1 SM.
Di samping itu ia juga mengambil data dari Lukas 2:1-2 yang menyatakan bahwa Kirenius (Gubenur dari Siria) pertama kali menjalankan program sensus.
Walaupun demikian masih juga orang yang meragukannya, sebab menurut sejarahwan Yahudi yang bernama Flavius Yosefus, raja Herodes meninggal dunia pada tahun 4 SM sehingga konsekuensinya tanggal lahir Yesus harus dimundurkan sebanyak empat tahun. Tapi teori ini pun tidak benar, sebab ia menganalisa tahun tersebut berdasaran adanya gerhana bulan pada tahun saat Herodes meninggal dunia yang terjadi di Yerusalem pada tanggal 13 Maret tahun 4 SM.


Tradisi

Banyak tradisi perayaan Natal di barat yang merupakan pengembangan kemudian dengan menyerap unsur berbagai kebudayaan. Pohon natal di gereja atau di rumah-rumah mungkin berhubungan dengan tradisi Mesir, atau Ibrani kuno. Ada pula yang menghubungkannya dengan pohon khusus di taman Eden (lihat Kejadian 2:9). Tetapi dalam kehidupan pra-Kristen Eropa memang ada tradisi menghias pohon dan menempatkannya dalam rumah pada perayaan tertentu. Tradisi “Pohon Terang” modern berkembang dari Jerman pada abad ke-18.[4]
Terdapat pula tradisi mengirim Kartu Natal, yang dimulai pada tahun 1843 oleh John Callcott Horsley dari Inggris. Biasanya dengan gambar yang berhubungan dengan kisah kelahiran Yesus Kristus dan disertai tulisan: Selamat Hari Natal dan Tahun Baru. Dewasa ini orang memakai teknologi informasi (email) berkirim kartu Natal elektronik.
Juga dalam rangka perayaan Natal dikenal di Indonesia tradisi Sinterklaas, yang berasal dari Belanda. Tradisi yang dirayakan pada tanggal 6 Desember ini, berhubungan dengan St. Claus (Santa Nikolas), seorang tokoh legenda, yang mengunjungi rumah anak-anak pada malam dengan kereta salju terbang ditarik beberapa ekor rusa kutub membagi-bagi hadiah. Dalam dunia modern, perayaan Natal secara sekuler lebih menekankan aspek saling memberi hadiah Natal, sehingga ada yang beranggapan Santa Nikolas makin lebih penting daripada Yesus Kristus. Dalam tradisi Sinterklass Belanda – tokoh yang digambarkan oleh suatu iklan minuman Amerika sejak tahun 1931 sebagai seorang tua gendut, bercambang putih dan berpakain merah dengan sepatu bot, ikat pinggang hitam, dan topi runcing lembut ini – menjadi bagian dari acara keluarga (untuk mendisiplin anak-anak) dengan mengunjungi rumah-rumah disertai pembantu berkulit hitam (Zwarte Pit) yang memikul karung berisi hadiah untuk anak yang baik; tetapi karung itu juga tempat anak-anak nakal dimasukkan untuk dibawa pergi. Yang sering kita lihat juga Natal dimeriahkan dengan banyak cahaya lampu berkelap-kelip. Selain untuk menambah semarak perayaan, ini juga memiliki pemahaman cahaya yang ada, maksudnya adalah Kristus akan mengusir kuasa kegelapan.[5]
Berbeda dengan tradisi perayaan Natal di barat, perayaan Natal ritus timur banyak mengandung aspek rohani seperti puasa, bermazmur, membaca Alkitab, dan puji-pujian. Di Gereja-gereja Arab, boleh dibilang tidak ada perayaan Natal tanpa didahului puasa. Gereja Ortodoks Syria melakukan persiapan Natal dengan berpuasa selama 10 hari. Sementara di Gereja Ortodoks Koptik puasanya lebih lama lagi, yaitu sejak minggu terakhir November. Jadi, sekitar 40 hari. Waktu iftar (buka puasa) pada tanggal 7 Januari pagi. Puasa pra-Natal ini disebut dengan puasa kecil (Shaum el-Shagir). Meskipun agak berbeda dalam tradisi, secara prinsip cara ini tidak jauh berbeda dengan cara berpuasa Gereja-gereja Orthodoks lain.


Makna Lilin Dalam NatalDalam masa Natal, Lilin menggambarkan atau memberikan gambaran tentang Kristus. Kristus dilambangkan sebagai terang bagi dunia yang gelap.Di dalam Alkitabpun tertulis tentang terang, di dalam Perjanjian Lama,Yesaya 9 : 1-6, “terang yang besar”, sedangkan di dalam Perjanjian BaruYohanes 1 : 1-18,” terang manusia”.

Bukan hanya di dalam peribadahan saja, di rumah-rumah dan di toko-toko kerap di hias dengan lampu-lampu yang kelap-kelip, hal ini muncul sejak zaman patristik sebagai gambaran akan terang yang mengalahkan kegelapan. [6] Penggunaan lilin dan lampu-lampu kelap-kelip merupakan pengaruh dari pesta cahaya Yahudi atau Hanukah[6] Hari raya Hanukkah dirayakan sekitar masa Adven dan Natal, dan terkadang sering diplesetkan dengan istilah Natal Yahudi.[6]


EkonomiNatal biasanya merupakan stimulus ekonomi tahunan terbesar di berbagai negara di dunia. Penjualan barang-barang meningkat tajam di berbagai area retail, dan pada musim Natal orang-orang membeli berbagai hadiah, dekorasi, dan persediaan Natal. Industri yang bergantung pada penjualan di musim Natal antara lain kartu Natal,pohon Natal, dan lain-lain.

Selain kegiatan ekonomi terbesar, Hari Natal di berbagai negara Barat merupakan hari paling sepi bagi dunia bisnis; hampir semua toko retail, institusi bisnis dan komersial tutup, dan hampir semua industri berhenti beroperasi. Studio-studio film merilis berbagai film berbiaya tinggi pada musim Natal untuk menghibur orang-orang, yang sedang berlibur.


SosialSelama puasa, jemaat gereja-gereja Koptik, seperti Gereja Koptik Sayidah el-Adzra’ (Santa Maria), di Madinat al-Tahrir, Imbaba, Kairo mempunyai kebiasaan hanya makan sekali sehari dengan menu makanan semacam tempe (dari kacang-kacangan), namanya tamiya atau falafel yang dimakan dengan sepotong roti dan air putih. Karena itu, uang belanja yang biasanya mereka belikan daging dan menu lumayan mewah lainnya dikumpulkan dan diserahkan langsung kepada orang orang miskin yang dikoordinasi oleh Gereja.

Bunglon

Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi , cari
Chameleon Bunglon
Common Chameleon , Chamaeleo chamaeleon Common Bunglon , Chamaeleo chamaeleon
Scientific classification Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Kerajaan: Animalia Animalia
Phylum: Filum: Chordata Chordata
Class: Kelas: Reptilia Reptilia
Order: Order: Squamata Squamata
Suborder: Subordo: Lacertilia Lacertilia
Infraorder: Infraorder: Iguania Iguania
Family: Keluarga: Chamaeleonidae Chamaeleonidae
Subfamilies and Genera Subfamilies dan Genera
Chameleons (family Chamaeleonidae) are a distinctive and highly specialized clade of lizards . Bunglon (keluarga Chamaeleonidae) adalah khas dan sangat khusus clade dari kadal . They are distinguished by their parrot-like zygodactylous feet, their separately mobile and stereoscopic eyes, their very long, highly modified, and rapidly extrudable tongues, their swaying gait, the possession by many of a prehensile tail, crests or horns on their distinctively shaped heads, and the ability of some to change color. Mereka dibedakan oleh seperti mereka burung beo- zygodactylous kaki, mereka terpisah mobile dan stereoskopik mata, sangat panjang, sangat dimodifikasi, dan cepat extrudable lidah mereka, berayun kiprah mereka, kepemilikan oleh banyak dari yg dpt memegang ekor, puncak atau tanduk pada mereka khas berbentuk kepala, dan kemampuan beberapa untuk mengubah warna. Uniquely adapted for climbing and visual hunting, the approximately 160 species of chameleon range from Africa , Madagascar , Spain and Portugal , across south Asia , to Sri Lanka , have been introduced to Hawaii , California and Florida , and are found in warm habitats that vary from rain forest to desert conditions. Uniquely disesuaikan untuk mendaki dan berburu visual, sekitar 160 spesies bunglon berkisar dari Afrika , Madagaskar , Spanyol dan Portugal , di selatan Asia , ke Sri Lanka , telah diperkenalkan ke Hawaii , California dan Florida , dan ditemukan di habitat hangat yang bervariasi dari hutan hujan ke gurun kondisi.

Contents Isi

[hide]

Etymology Etimologi

The English word chameleon (also chamaeleon ) derives from Latin chamaeleō , a borrowing of the Ancient Greek χαμαιλέων ( khamailéōn ), a compound of χαμαί ( khamaí ) "on the ground" and λέων ( léōn ) "lion". Bunglon kata bahasa Inggris (juga chamaeleon) berasal dari bahasa Latin chamaeleō, meminjam dari Yunani Kuno χαμαιλέων (khamailéōn), suatu senyawa dari χαμαί (khamaí) "di tanah" dan λέων (leon) "Singa". The Greek word is a calque translating the Akkadian nēš qaqqari , "ground lion". [ 1 ] Kata Yunani adalah calque menerjemahkan Akkadia nes qaqqari, "tanah singa". [1]

Evolution Evolusi

The oldest known chameleon fossil is that of Chamaeleo caroliquarti , found in Europe and dated to about 26 mya . Bunglon fosil tertua adalah bahwa dari caroliquarti Chamaeleo , ditemukan di Eropa dan tanggal sekitar 26 juta tahun yang lalu . However the chameleons are probably far older than that, perhaps sharing a common ancestor with iguanids and agamids more than 100 mya (agamids being more closely related). Namun bunglon mungkin jauh lebih tua dari itu, mungkin berbagi moyang bersama dengan iguanids dan agamids lebih dari 100 juta tahun yang lalu (agamids menjadi lebih erat terkait). Fossil evidence has also been found in Africa and Asia, and suggests that chameleons were once more widespread than they are today. Fosil bukti juga telah ditemukan di Afrika dan Asia, dan menyarankan bahwa bunglon pernah lebih luas daripada sekarang. They may have their origins in Madagascar, which today is home to nearly half of all the 150 or more known species in this family, and later dispersed to other areas. [ 2 ] Monophyly of the family is supported by several studies. Mereka mungkin memiliki asal-usul mereka di Madagaskar, yang hari ini merupakan rumah bagi hampir setengah dari semua spesies 150 atau lebih dikenal dalam keluarga ini, dan kemudian tersebar ke daerah-daerah lain. [2] Monophyly keluarga didukung oleh beberapa studi.

Description Deskripsi

Cape Dwarf Chameleon , Tokai, South Africa Cape Dwarf Bunglon , Tokai, Afrika Selatan
Chameleons vary greatly in size and body structure, with maximum total length varying from 3.3 cm (1.3 in.) in Brookesia minima (one of the world's smallest reptiles ) to 68.5 cm (27 in.) in the male Furcifer oustaleti . [ 3 ] Many have head or facial ornamentation, such as nasal protrusions, or horn-like projections in the case of Chamaeleo jacksonii , or large crests on top of their head, like Chamaeleo calyptratus . Bunglon sangat bervariasi dalam ukuran dan struktur tubuh, dengan total panjang maksimum bervariasi dari 3,3 cm (1,3 inci) di minima Brookesia (salah satu di dunia reptil terkecil ) untuk 68,5 cm (27 inci) pada pria oustaleti Furcifer . [3] Banyak kepala atau ornamen wajah, seperti tonjolan hidung, atau-seperti proyeksi tanduk dalam kasus jacksonii Chamaeleo , atau puncak-puncak besar di atas kepala mereka, seperti calyptratus Chamaeleo . Many species are sexually dimorphic , and males are typically much more ornamented than the female chameleons. Banyak spesies yang seksual dimorfik , dan laki-laki biasanya jauh lebih dihiasi daripada bunglon betina. Chameleons are often sold at pet stores and are not rare to have as household pets. Bunglon sering dijual di toko hewan peliharaan dan tidak jarang untuk memiliki hewan peliharaan rumah tangga. Below is a table of common pet chameleons: Di bawah ini adalah tabel bunglon hewan peliharaan umum:
Species' Scientific Name Spesies 'Nama Ilmiah ↓ Species' Common Name Spesies 'Nama Umum ↓ Typical Total Length (Male) Khas Total Panjang (Male) ↓ Typical Total Length (Female) Khas Total Panjang (Female) ↓ Color Warna ↓ Typical Lifespan (Years) Khas Masa Hidup (Tahun) ↓
Chamaeleo calyptratus Chamaeleo calyptratus Veiled Chameleon Terselubung Bunglon 14"-24" 14 "-24" 10-13" 10-13 " Green & Light Colors Green & Warna Light ≈5 ≈ 5
Chamaeleo jacksonii Chamaeleo jacksonii Jackson's Chameleon Jackson Bunglon 9"-13" 9 "-13" 10"-13" 10 "-13" Green & Light Colors Green & Warna Light ≈5-10 ≈ 5-10
Furcifer pardalis Furcifer pardalis Panther Chameleon Panther Bunglon 15"-21" 15 "-21" 9"-13" 9 "-13" Darker Colors Darker Warna ≈5 (2-3 for birthing females) ≈ 5 (2-3 untuk perempuan bersalin)
Rhampholeon brevicaudatus Rhampholeon brevicaudatus Bearded Pygmy Chameleon Kerdil berjenggot Bunglon 2"-3" 2 "-3" 2"-3" 2 "-3" Brown, Beige, Green Brown, Beige, Green ≈3-5 ≈ 3-5
Rhampholeon spectrum Rhampholeon spektrum Spectral Pygmy Chameleon Spektral kerdil Bunglon 3"-4" 3 "-4" 2"-4" 2 "-4" Tan & Gray Tan & Gray Unknown Unknown
Rhampholeon temporalis Rhampholeon temporalis Pygmy Chameleon Kerdil Bunglon 2.5"-4" 2.5 "-4" 2"-3.5" 2 "-3,5" Gray & Brown Gray & Brown Unknown Unknown
Chameleon species have in common their foot structure, eyes, tongues and a lack of ears. spesies Chameleon memiliki dalam struktur bersama mereka kaki, mata, lidah dan kurangnya telinga.
Oustalet's Chameleon , Ambalavao, Madagascar Oustalet's Bunglon , Ambalavao, Madagaskar
Chameleons are didactyl : on each foot the five toes are fused into a group of two and a group of three, giving the foot a tongs -like appearance. Bunglon adalah didactyl : di setiap kaki lima jari-jari kaki berfusi menjadi sekelompok dua kelompok tiga, memberikan kaki sebuah penjepit seperti penampilan-. These specialized feet allow chameleons to grip tightly to narrow branches. Kaki ini khusus memungkinkan bunglon untuk menggenggam erat pada cabang sempit. Each toe is equipped with a sharp claw to gain traction on surfaces such as bark when climbing. Setiap kaki dilengkapi dengan cakar tajam untuk mendapatkan traksi di permukaan seperti kulit saat mendaki. The claws make it easy to see how many toes are fused into each part of the foot — two toes on the outside of each front foot and three on the inside. Cakar memudahkan untuk melihat berapa banyak jari yang tergabung ke dalam setiap bagian dari kaki - dua jari di bagian luar setiap kaki depan dan tiga di dalam.
Their eyes are the most distinctive among the reptiles. Mata mereka adalah yang paling khas di antara reptil. The upper and lower eyelids are joined, with only a pinhole large enough for the pupil to see through. Kelopak mata atas dan bawah bergabung, dengan hanya cukup besar lubang jarum bagi murid untuk melihat melalui. They can rotate and focus separately to observe two different objects simultaneously, this lets their eyes move independently from each other. Mereka bisa memutar dan fokus secara terpisah untuk mengamati dua objek yang berbeda secara bersamaan, ini memungkinkan mata mereka bergerak secara independen dari satu sama lain. It in effect gives them a full 360-degree arc of vision around their body. Ini berlaku memberi mereka busur 360 derajat penuh visi ke seluruh tubuh mereka. When prey is located, both eyes can be focused in the same direction, giving sharp stereoscopic vision and depth perception . Ketika mangsa terletak, kedua mata dapat difokuskan pada arah yang sama, memberikan tajam penglihatan stereoskopik dan kedalaman persepsi . They have very good eyesight for reptiles, letting them see small insects from a long (5–10 m) distance. Mereka memiliki penglihatan yang sangat baik untuk reptil, membiarkan mereka melihat serangga kecil dari jarak (5-10 m) lama.
They lack a vomeronasal organ . Mereka tidak memiliki organ vomeronasal . Also, like snakes , they do not have an outer or a middle ear . Juga, seperti ular , mereka tidak memiliki luar atau tengah telinga . This suggests that chameleons might be deaf , although snakes can sense vibration using a bone called the quadrate . Hal ini menunjukkan bahwa bunglon mungkin tuli , walaupun ular bisa merasakan getaran menggunakan tulang yang disebut kuadrat . Furthermore, some or maybe all chameleons, can communicate via vibrations that travel through solid substrates such as branches. Selain itu, beberapa atau mungkin semua bunglon, dapat berkomunikasi melalui getaran yang berjalan melalui substrat padat seperti cabang.
Chameleons have very long tongues (sometimes longer than their own body length) which they are capable of rapidly extending out of the mouth. Bunglon telah sangat panjang lidah (kadang-kadang lebih panjang dari panjang tubuh mereka sendiri) yang mereka mampu dengan cepat memperluas keluar dari mulut.
Tongue structure Lidah struktur
The tongue extends out faster than human eyes can follow, at around 26 body lengths per second. Lidah meluas keluar lebih cepat dari mata manusia bisa mengikuti, sekitar 26 panjang tubuh per detik. The tongue hits the prey in about 30 thousandths of a second. [ 4 ] The tongue of the chameleon is a complex arrangement of bone, muscle and sinew. Lidah hits mangsa di sekitar 30 seperseribu detik. [4] Lidah bunglon adalah pengaturan kompleks tulang, otot dan urat. At the base of the tongue there is a bone and this is shot forward giving the tongue the initial momentum it needs to reach the prey quickly. Di dasar lidah ada tulang dan ini ditembak maju memberikan lidah momentum awal yang dibutuhkan untuk mencapai mangsa dengan cepat. At the tip of the elastic tongue there is a muscular, club-like structure covered in thick mucus that forms a suction cup. [ 5 ] Once the tip sticks to a prey item, it is drawn quickly back into the mouth, where the chameleon's strong jaws crush it and it is consumed. Ultraviolet light is part of the visible spectrum for chameleons. [ 6 ] Chameleons exposed to ultraviolet light show increased social behavior and activity levels, are more inclined to bask and feed and are also more likely to reproduce as it has a positive effect on the pineal gland . Pada ujung lidah elastis ada klub, seperti struktur otot tertutup lendir tebal yang membentuk cangkir hisap. [5] Setelah ujung tongkat ke item mangsa, itu ditarik dengan cepat kembali ke dalam mulut, di mana bunglon's rahang kuat menghancurkan dan itu dikonsumsi. cahaya ultraviolet adalah bagian dari spektrum terlihat untuk bunglon. [6] Bunglon terkena sinar ultraviolet menunjukkan peningkatan perilaku sosial dan tingkat aktivitas, lebih cenderung untuk berjemur dan pakan dan juga lebih mungkin untuk mereproduksi karena memiliki efek positif pada kelenjar pineal .

Distribution and habitat Distribusi dan habitat

The tiny, usually brown-colored Brookesia chameleons are mainly terrestrial Ini, biasanya kecil berwarna coklat Brookesia bunglon terutama terestrial
Chameleons are primarily found in the mainland of sub-Saharan Africa and on the island of Madagascar, although a few species are also found in northern Africa , southern Europe , the Middle East , southern India , Sri Lanka and several smaller islands in the western Indian Ocean . Bunglon terutama ditemukan di daratan Afrika sub-Sahara dan di pulau Madagaskar, meskipun beberapa spesies juga ditemukan di Afrika Utara , Eropa selatan , di Timur Tengah , selatan India , Sri Lanka dan beberapa pulau kecil di barat India Ocean . There are introduced, feral populations of veiled and Jackson's chameleons in Hawaii and isolated pockets of feral Jackson's chameleons have been reported in California and Florida . Ada diperkenalkan, populasi liar yang terselubung dan Jackson bunglon di Hawaii dan kantong-kantong terisolasi's Jackson bunglon liar telah dilaporkan di California dan Florida .
Chameleons inhabit all kinds of tropical and mountain rain forests , savannas and sometimes deserts and steppes . Bunglon mendiami semua jenis tropis dan gunung hutan hujan , sabana dan kadang-kadang padang pasir dan stepa . The "typical" chameleons from the subfamily Chamaeleoninae are arboreal and usually found in trees or bushes, although a few (notably the Namaqua Chameleon ) are partially or largely terrestrial . The "khas" bunglon dari Chamaeleoninae subfamili adalah arboreal dan biasanya ditemukan di pohon atau semak-semak, meskipun beberapa (khususnya Bunglon Namaqua ) sebagian atau sebagian besar terestrial . Most species from the subfamily Brookesiinae, which includes the genera Brookesia , Rieppeleon and Rhampholeon , live low in vegetation or on the ground among leaf litter . Sebagian besar spesies dari subfamili Brookesiinae, yang meliputi genera Brookesia , Rieppeleon dan Rhampholeon , hidup yang rendah di vegetasi atau di tanah di antara serasah daun .

Reproduction Reproduksi

West Usambara Two-Horned Chameleon ( Kinyongia multituberculata ) in the Usambara mountains , Tanzania . Usambara Barat Dua-Kisut Chameleon (Kinyongia multituberculata) di pegunungan Usambara , Tanzania .
Chameleons are mostly oviparous , some being ovoviviparous . Bunglon kebanyakan yg menelur , beberapa yang ovoviviparous .
The oviparous species lay eggs after a 3–6 week gestation period . Spesies yg menelur bertelur 3-6 minggu setelah periode kehamilan . The female will climb down to the ground and begin digging a hole, anywhere from 10–30 cm (4–12 in.) deep depending on the species. betina akan turun ke tanah dan mulai menggali lubang, mana saja dari 10-30 cm (4-12 in) dalam tergantung pada spesies. The female turns herself around at the bottom of the hole and deposits her eggs. betina ternyata dirinya sekitar di dasar lubang dan deposito telurnya. Once finished, the female buries lina [ clarification needed ] and leaves the nesting site. Setelah selesai, menguburkan wanita lina [ klarifikasi diperlukan ] dan meninggalkan tempat bersarang. Clutch sizes vary greatly with species. Clutch ukuran sangat bervariasi dengan spesies. Small Brookesia species may only lay 2–4 eggs, while large Veiled Chameleons ( Chamaeleo calyptratus ) have been known to lay clutches of 80–100 eggs. Kecil Brookesia spesies hanya dapat meletakkan telur 2-4, sedangkan besar terselubung Bunglon (Chamaeleo calyptratus) telah dikenal untuk meletakkan cengkeraman 80-100 telur. Clutch sizes can also vary greatly among the same species. ukuran Clutch juga dapat sangat bervariasi di antara spesies yang sama. Eggs generally hatch after 4–12 months, again depending on species. Telur biasanya menetas setelah 4-12 bulan, sekali lagi tergantung pada spesies. The eggs of Parson's Chameleon ( Calumma parsonii ), a species which is rare in captivity, are believed to take upwards of 24 months to hatch. Telur Parson's Chameleon (Calumma parsonii), spesies yang langka di penangkaran, dipercaya untuk mengambil ke atas 24 bulan untuk menetas.
The ovoviviparous species, such as the Jackson's Chameleon ( Chamaeleo jacksonii ) have a 5–6 month gestation period. The ovoviviparous spesies, seperti Jackson Chameleon (Chamaeleo jacksonii) memiliki jangka waktu 5-6 bulan kehamilan. The newborn are in a transparent membrane and they are still sleeping, once they touch the ground or branch, they will wake up and attempt to crawl out of the membrane. [ citation needed ] The female can have 8–31 live young at once. Bayi baru lahir berada dalam membran transparan dan mereka masih tidur, begitu mereka menyentuh tanah atau cabang, mereka akan bangun dan berusaha untuk merangkak keluar dari membran. [ rujukan? ] betina dapat memiliki 8-31 muda hidup sekaligus.

Feeding behavior Perilaku makan

Chameleons generally eat locusts , mantis , crickets , grasshopper and other insects , but larger chameleons have been known to eat small birds and other lizards. Bunglon umumnya makan belalang , mantis , jangkrik , belalang dan lain serangga , tapi bunglon yang lebih besar telah dikenal untuk makan kecil burung dan kadal lainnya. A few species, such as Jackson's Chameleon ( C. jacksonii ) and the Veiled Chameleon ( C. calyptratus ) will consume small amounts of plant matter. A beberapa spesies, seperti Jackson Chameleon (C. jacksonii) dan Chameleon terselubung (C. calyptratus) akan mengkonsumsi sejumlah kecil materi tanaman. Chameleons prefer running water to still water. [ citation needed ] Bunglon lebih suka air untuk tetap air. [ rujukan? ]
Chameleons require lots of vitamins and minerals [ citation needed ] . Bunglon membutuhkan banyak vitamin dan mineral [ rujukan? ]. To ensure sufficient nutrients, zoo-keepers "gut-load" insects before feeding them to chameleons, by rearing them on a diet of potatoes , fish flakes (tropical), dry puppy food, dark leafy greens, etc. and dusting them with vitamin and mineral powders. [ citation needed ] Untuk memastikan nutrisi yang cukup, kebun binatang-penjaga "usus-load" serangga sebelum makan mereka untuk bunglon, dengan membesarkan mereka pada suatu diet kentang , ikan serpih (tropis), makanan anjing kering, sayuran hijau gelap, dll dan debu mereka dengan vitamin dan bubuk mineral. [ rujukan? ]

Change of color Perubahan warna

Camouflage of a Common Chameleon in its natural environment (vicinity of Oueslatia , Tunisia ) Kamuflase dari Chameleon Umum dalam lingkungan alam (sekitar Oueslatia , Tunisia )
This Common Chameleon ( Chamaeleo chamaeleon ) turned black Ini Chameleon umum (Chamaeleo chamaeleon) menjadi hitam
Some chameleon species are able to change their skin colors. Beberapa spesies bunglon dapat mengubah warna kulit mereka. Different chameleon species are able to change different colors which can include pink, blue, red, orange, green, black, brown, light blue, yellow, turquoise and purple. [ 7 ] [ 8 ] bunglon spesies yang berbeda dapat mengubah warna yang berbeda yang dapat mencakup pink, biru, merah, oranye, hijau, hitam, coklat, biru muda, kuning, biru kehijauan dan ungu. [7] [8]
The primary purpose of color change has been found to be due to social signalling, as opposed to camouflage, although both social signalling color change, and color change for purposes of camouflage do occur in most chameleons, to some extent. Tujuan utama perubahan warna telah ditemukan karena isyarat sosial, sebagai lawan kamuflase, meskipun keduanya berubah warna sosial sinyal, dan perubahan warna untuk tujuan kamuflase memang terjadi pada kebanyakan bunglon, sampai batas tertentu. Color change is also used as an expression of the physiological condition of the lizard, and as a social indicator to other chameleons. Berubah warna juga digunakan sebagai ungkapan kondisi fisiologis kadal, dan sebagai indikator sosial kepada bunglon lain. Research suggests that social signaling was the primary driving force behind the evolution of color change, and that camouflage evolved as a secondary concern. [ 9 ] [ 10 ] Chameleons tend to show darker colors when angered, or attempting to scare or intimidate others, and males show lighter, multi-colored patterns when courting females. Penelitian menunjukkan bahwa isyarat sosial adalah penggerak utama evolusi perubahan warna, dan yang kamuflase berkembang sebagai keprihatinan sekunder. [9] [10] Bunglon cenderung menunjukkan warna gelap saat marah, atau mencoba untuk menakut-nakuti atau mengintimidasi orang lain, dan laki-laki menunjukkan lebih ringan, pola multi-warna bila pacaran betina.
Some varieties of chameleon - such as the Smith's dwarf chameleon - use their color-changing ability to blend in with their surroundings, as an effective form of camouflage . [ 11 ] Beberapa jenis bunglon - seperti bunglon kerdil Smith - menggunakan warna-mengubah kemampuan mereka untuk berbaur dengan lingkungan sekitar mereka, sebagai bentuk efektif kamuflase . [11]
The desert dwelling Namaqua Chameleon also uses color change as an aid to thermoregulation, becoming black in the cooler morning to absorb heat more efficiently, then a lighter grey colour to reflect light during the heat of the day - or showing both colours at the same time, neatly separated left from right by the spine. Tempat tinggal gurun Namaqua Bunglon juga menggunakan perubahan warna sebagai bantuan untuk termoregulasi, menjadi hitam di pagi hari dingin menyerap panas lebih efisien, maka warna abu-abu lebih ringan untuk memantulkan cahaya selama panas hari - atau menunjukkan keduanya warna pada saat yang sama , rapi terpisah kiri dari kanan dengan tulang belakang.
Chameleons have specialized cells, collectively called chromatophores , that lie in layers under their transparent outer skin. Bunglon memiliki sel-sel khusus, secara kolektif disebut kromatofora , yang berada di lapisan bawah kulit luar mereka yang transparan. The cells in the upper layer, called xanthophores and erythrophores , contain yellow and red pigments respectively. Sel-sel di lapisan atas, disebut xanthophores dan erythrophores , kuning dan merah mengandung pigmen masing-masing. Below these is another layer of cells called iridophores or guanophores , and they contain the colorless crystalline substance guanine . Berikut ini adalah satu lapisan sel yang disebut iridophores atau guanophores , dan mereka mengandung zat kristal tak berwarna guanin . These are particularly strong reflectors of the blue part of incident light . Ini adalah reflektor kuat terutama bagian biru insiden cahaya . If the upper layer of chromatophores appears mainly yellow, the reflected light becomes green ( blue plus yellow ). Jika lapisan atas kromatofora muncul terutama kuning, lampu tercermin menjadi hijau ( biru ditambah kuning ). A layer of dark melanin contained in melanophores is situated even deeper under the reflective iridophores. Sebuah lapisan gelap melanin yang terkandung dalam melanophores terletak lebih dalam di bawah iridophores reflektif. The melanophores determine the 'lightness' of the reflected light. Para melanophores menentukan 'ringan' dari cahaya yang dipantulkan. These specialized cells are full of pigment granules, which are located in their cytoplasm. Sel-sel khusus yang penuh dengan butiran pigmen, yang berlokasi di sitoplasma mereka. Dispersion of the pigment granules in the cell grants the intensity of appropriate color. Dispersi dari butiran pigmen dalam sel hibah intensitas warna yang sesuai. If the pigment is equally distributed in the cell, the whole cell has the intensive color, which depends on the type of chromatophore cell. Jika pigmen yang merata di dalam sel, seluruh sel memiliki warna yang intensif, yang tergantung pada jenis sel kromatofor. If the pigment is located only in the centre of the cell, cell appears to be transparent. Jika pigmen terletak hanya di pusat sel, sel tampaknya transparan. All these pigment cells can rapidly relocate their pigments, thereby influencing the color of the chameleon. Semua sel pigmen pigmen dengan cepat bisa memindahkan mereka, sehingga mempengaruhi warna bunglon tersebut.

Video Video

Camaleón - calidad-5.ogg

Parasites Parasit

A number of monoxenous coccidia are known to infect these species including species of the genera Choleoeimeria , Eimeria and Isospora . Sejumlah monoxenous coccidia diketahui menginfeksi spesies termasuk spesies dari genus Choleoeimeria , Eimeria dan Isospora .
Recognised parasites include: Diakui parasit meliputi:

References Referensi

  1. ^ Dictionary.com entry for "chameleon" ^ Dictionary.com entri untuk "bunglon"
  2. ^ Tolley, Krystal; Burger, Marius (2007). Chameleons of Southern Africa . ^ Tolley, Krystal, Burger, Marius (2007) Afrika. Bunglon Selatan. Struik. Struik. pp. 26–28. ISBN 1770073752 . hal 26-28. ISBN 1770073752 .  
  3. ^ Glaw, Frank; Vences, Miguel (1994). A Field Guide to Amphibians and Reptiles of Madagascar 2nd edition . ^ Glaw, Frank; Vences, Miguel (1994) edisi. Bidang A Guide to Amfibi dan Reptil Madagaskar 2. Köln: M. Vences & F. Glaw Verlags GbR. ISBN 3-929449-01-3 . Köln: M. Vences & GbR F. Verlags Glaw. ISBN 3-929449-01-3 .   . .
  4. ^ A Lethal Lashing Tongue ^ Sebuah Lidah memukul Lethal
  5. ^ Piper, Ross (2007), Extraordinary Animals: An Encyclopedia of Curious and Unusual Animals , Greenwood Press . ^ Piper, Ross (2007), Hewan Luar Biasa: Sebuah Ensiklopedia dan tidak biasa Hewan Penasaran, Greenwood Press .
  6. ^ Chameleon News, August 2004 ^ Bunglon News, Agustus 2004
  7. ^ National Geographic. ^ National Geographic. May 2007. Mei 2007. P. 10. P. 10.
  8. ^ National Geographic Explorer (Student Magazine) - Featured Article ^ National Geographic Explorer (Majalah Mahasiswa) - Pasal Unggulan
  9. ^ Stuart-Fox, D., & Moussalli, A. (2008). ^ Stuart-Fox, D., & Moussalli, A. (2008). Selection for social signalling drives the evolution of chameleon color change. Public Library of Science Biology, 6 , e25. Seleksi untuk drive sinyal sosial evolusi perubahan warna bunglon. Public Library of Science Biologi 6,, e25.
  10. ^ Harris, Tom. "How Animal Camouflage Works" . ^ Harris, Tom. "Bagaimana Kamuflase Hewan Bekerja" . How Stuff Works . http://science.howstuffworks.com/animal-camouflage2.htm . Bagaimana Stuff Works. http://science.howstuffworks.com/animal-camouflage2.htm . Retrieved 2006-11-13 . Diperoleh 2006/11/13.  
  11. ^ Emma Young (2008). ^ ) Emma Young (2008. Chameleons fine-tune camouflage to predator's vision. New Scientist Bunglon menyempurnakan kamuflase untuk visi predator. New Scientist
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme