TUHAN Menguasai Hari Esok

Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 41


Ketidaktahuan akan hari esok bukanlah sesuatu yang perlu kita kuatirkan karena kita bisa meyakini bahwa TUHAN yang mengasihi kita adalah TUHAN yang menguasai hari esok. Apa yang TUHAN firmankan pasti akan terjadi.

Pada bagian ini, TUHAN menantang bangsa-bangsa dan meneguhkan iman umat-Nya, Israel. TUHAN menantang dengan bertanya, “Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, …” (41:2-4). TUHAN memberitahu bahwa hanya Dia yang dapat melakukan semua itu. Dia tidak berubah selama-lamanya. TUHAN menantang ilah-ilah lain dengan mengatakan bahwa mereka sesungguhnya tidak ada. Hanya TUHAN yang sanggup memberitahukan hal-hal yang akan datang. Dia menubuatkan dan memberitahukan kepada umat-Nya. Kepada umat Israel, TUHAN memberi kekuatan dengan meyakinkan bahwa Dia tidak meninggalkan mereka. TUHAN memberitahukan apa yang akan terjadi dengan bangsa Israel (yang akan mengalami kemenangan dan kesejahteraan) karena Dialah yang membuat semuanya itu. Allah berbuat demikian agar semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya (41:20).
Melihat kejadian-kejadian di dalam kehidupan kita sehari-hari sering membuat kita menjadi kuatir, takut, dan cemas akan hari esok. Seluruh perhitungan manusia tentang hari esok tak dapat diandalkan karena terlalu banyak faktor yang tak terduga. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Namun, satu hal yang firman TUHAN ajarkan kepada kita hari ini adalah bahwa TUHAN menguasai hari esok. Bersandarlah pada-Nya! [RAAL]
Yesaya 41:13
Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

Persembahan

– Diambil dari bacaan e-RH (www.renunganharian.net), EDISI 6 February 2011 –
Baca: Yesaya 1:10-20
Ayat Mas: Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan? (1 Samuel 15:22)
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 22-24
Persembahan adalah sesuatu yang dikenal oleh hampir semua agama dan kepercayaan di dunia. Bentuknya bermacam-macam; ada yang berupa makanan, binatang korban, hasil bumi, uang, kemenyan, dan sebagainya. Cara mempersembahkannya juga bermacam-macam. Namun, biasanya persembahan-persembahan itu dibawa dengan tujuan menyenangkan hati sosok ilahi yang disembah dan mendapat berkah darinya.
Dalam Alkitab, persembahan juga merupakan sebuah konsep yang sangat kerap dibahas. Walau demikian, secara berbeda kita diajar bahwa persembahan yang dibawa kepada Tuhan bukanlah semata demi menyenangkan hati Tuhan hingga menarik berkat-Nya. Bahkan, menurut bacaan Alkitab hari ini, persembahan yang kita bawa bisa membuat Allah tidak senang, tetapi malah merasa jijik (ayat 11-13). Sebab, lebih dari persembahan yang dibawa manusia, Tuhan lebih memperhatikan dan senang pada ketaatan. Yakni ketaatan yang terwujud dalam usaha kita hidup jauh dari dosa dan menjadi berkat bagi orang lain (ayat 16, 17). Itu sebabnya, Tuhan bisa lebih menghargai persembahan orang miskin yang hanya mampu memberi sedikit, tetapi ia hidup taat dan jujur. Daripada persembahan besar orang yang kaya, tetapi hidup dengan cara yang kotor dan berdosa.
Jika demikian, apakah fungsi persembahan? Persembahan adalah ungkapan syukur kita atas segala kebaikan Allah, baik yang berupa berkat materi, jasmani, rohani, sosial, dan sebagainya. Persembahan seharusnya kita berikan bukan karena kita ingin mendapat berkat-Nya lagi, melainkan karena kita bersyukur sudah mendapat limpahan berkat-Nya selama ini

Jika seekor burung elang dikandangkan dalam ukurang sangkar berukuran 2 x 2.5 m, meski atap sangkarnya dibuka, burung elang itu tidak akan bisa terbang.
Karena faktanya burung elang membutuhkan landasan pacu untuk berlari terlebih dahulu sekitar 3 sampai 3.5 m untuk bisa melayang ke angkasa.

...Di sisi lain, seekor lebah yang terjatuh ke dalam segelas kopi tidak akan bisa kembali terbang pula,
karena faktanya seekor lebah akan sibuk berputar ke sekeliling gelas sampai mati.
Lebah tidak pernah melihat jalan keluar pada bagian atasnya,
tetapi hanya akan berusaha mencari jalan keluar lewat pinggiran gelas.
Padahal jalan keluar tidak ada di sana, semua jalan tertutup,
dan dengan ketidaksadaran lebah untuk melihat jalan keluar di atas,
lebah itu pun akan menemui ajalnya.

Ini kisah menarik yang sebenarnya seringkali terjadi pada diri kita... :)

Seperti halnya elang dan lebah di atas,
kita sering lupa bahwa ada Tuhan di atas segalanya yang sanggup
memberikan jawaban, jalan keluar atau pertolongan,
tidak peduli seberat apapun masalah yang kita hadapi.

Tapi sama seperti lebah di atas,
kita seringkali hanya berputar-putar mencari cara untuk melepaskan diri kita
dari masalah, terus mengandalkan kekuatan sendiri saja,
atau berharap pada manusia lain, bahkan terjerumus ke dalam alternatif-alternatif yang padahal dianggap jahat di mata Tuhan.
Dengan kata lain, kita sibuk mencari solusi dengan cara-cara duniawi
dan lupa memandang Tuhan kita.
Kita sibuk memfokuskan diri kepada masalah lalu lupa kepada Allah
yang sanggup menjadi jawaban atas segala keadaan kita hari ini.

-> Jika saat ini anda berada dalam lautan masalah dan merasa terus berputar-putar tanpa hasil yang jelas dengan mengandalkan kekuatan anda sendiri,
ini saatnya anda mulai melihat ke "atas" ,
Pandanglah Tuhan dan serahkan segala beban anda kepadaNya.
Percayalah dengan kesungguhan penuh
bahwa Tuhan jauh lebih dari sekedar sanggup untuk membantu anda
keluar dari masalah.
Tuhan selalu ada beserta anak-anakNya,
bahkan dalam kegelapan yang tergelap sekalipun.

Tuhan Yesus ada untuk kita... :)

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,
karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
*Mat 11: 28:29*

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,
tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,
sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:
apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
*Rom 12:2*

"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,
takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.
*Ams 3:5-8*

"sebab setiap anak Allah sanggup mengalahkan dunia yang jahat ini.
Dan kita mengalahkan dunia dengan iman kita.
Siapakah dapat mengalahkan dunia?
Hanya orang yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah."
*1 Yoh 5: 4-5*

Happy Sunday & God Bless You... "+"

Kekuatan Cinta Pertama

Menurut para ilmuwan, cinta pertama yang sudah tertanam tak bisa dihapuskan dari ingatan. Kenangan cinta pertama bisa membuat orang yang mengalami ketagihan lebih kuat dibandingkan narkoba jenis apa pun. Banyak orang dewasa tidak berdaya menahan jatuh cinta lagi kepada dambaan hatinya semasa kecil.

Jadi, jika si mantan adalah cinta pertama pasangan Anda, tak perlu buang-buang energi dan berharap si dia bisa melupakan perempuan itu. Justru yang perlu Anda lakukan adalah membuat pertemuan kembali pasangan dan mantannya tak pernah terjadi.

The Love Calculator

We all know that a name can tell a lot about a person. Names are not randomly chosen: they all have a meaning. Doctor Love knew this so he made another great invention just for the lonely you!


Sometimes you'd like to know if a relationship with someone could work out. Therefore Doctor Love himself designed this great machine for you. With The Love Calculator you can calculate the probability of a successful relationship between two people. The Love Calculator is an affective way to get an impression of what the chances are on a relationship between two people.
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme